F-16 kawal pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Presiden SBY

Ada yang unik dalam perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika hendak menuju madiun melalui jalur udara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (12/1/2012) sekitar pukul 10.30 WIB, tiba di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur, setelah menjalani penerbangan sekitar 40 menit dari Malang.Seusai makan siang di Madiun, Presiden dan rombongan rencananya melanjutkan perjalanan lewat darat menuju Pacitan.
Dalam perjalanan udara menuju Madiun, pesawat Garuda yang ditumpangi rombongan Presiden didampingi empat pesawat F-16 yang berpangkalan di Lanud Iswahjudi.
Keempat pesawat ini mendampingi pesawat Presiden sejak di tengah perjalanan hingga sampai di Madiun.
“Selamat pagi dan salam sejahtera dari ketinggian 22.000 kaki. Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Presiden dan Ibu, beserta rombongan. Merupakan satu kehormatan bagi kami, pesawat tempur TNI Angkatan Udara, untuk melaksanakan tugas escort pesawat Indonesia One,” kata salah seorang pilot pesawat F-16 lewat radio yang diperdengarkan di kabin pesawat Presiden.
“Beberapa saat lagi kita akan memasuki restricted area Iswahyudi, tempat penjaga angkasa bersarang dan menempa diri untuk menghadapi segala ancaman udara. Kami TNI Angkatan Udara selalu siap sedia menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan Republik Indonesia dari udara. Akhirnya, kepada Bapak Presiden dan Ibu, beserta rombongan, kami ucapkan selamat datang di Lanud Iswahyudi. Have a nice flight and happy landing. All falcon, kepada Presiden Republik Indonesia, hormat gerak! Tegak gerak!” ujar pilot itu.

Sumber : indonesiandefense.blogspot.com

Iklan

Sejarah TNI

Tentara Nasional Indonesia terdiri dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan memiliki Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Laksamana TNI Agus Suhartono.
Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang menggunakan slogan “Catur Dharma Eka Karma” disingkat “CADEK”. Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditanda tangani oleh Presiden Megawati pada tanggal 19 Oktober 2004.
Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahan doktrin “Catur” menjadi “Tri” setelah terpisahnya POLRI dari ABRI. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/21/I/2007, pada tanggal 12 Januari 2007, doktrin TNI ditetapkan menjadi “Tri Dharma Eka Karma”, disingkat “TRIDEK”.Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.
BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.
Akhirnya, melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.
Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.

Saumber : wikipedia.org

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.