Posts Tagged ‘ tentara ’

Kavaleri 7

Batalyon Kavaleri 7

Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus Kodam Jaya adalah sebuah pasukan kavaleri Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang didirikan tanggal 23 Juli 1962 dengan komandan pertama Mayor Kav G. A. Manulang. Kekuatannya terdiri dari 4 kompi yaitu kompi 71, 72, 73 dan 74. Batalyon ini sering juga disebut Batalyon Kavaleri Pragosa Satya yang berarti mempunyai kesetiaan yang tinggi.

Ranpur yang digunakan adalah V-150 meriam, V-150 intai, V-150 angkut personel, V-150 Komando dan VAB buatan Prancis. Disini pula Kepala BIN Letjen TNI Marciano Norman pertama bertugas. Semboyan Yonkav-7/Panser Khusus adalah PRAGOSA SATYA. Batalyon ini persenjataannya khusus menggunakan Panser. Tugasnya adalah mengamankan ibu kota negara.

Pasukan Rasyidin

Pasukan Kekhalifahan Rasyidin atau Pasukan Rasyidin adalah kesatuan militer utama dalam angkatan bersenjata kekhalifahan Rasyidin  selama penaklukan muslim pada abad ke-7. Pasukan Rasyidin bertugas bersama Angkatan Laut Rasyidin. Pasukan Rasyidin merupakan pasukan tempur yang memiliki tingkat kedisiplinan, keunggulan strategi, dan organisasi yang tinggi.

Baca lebih lanjut

Rompi Anti Peluru

Rompi anti peluru adalah pakaian yang melindungi bagian tubuh seperti dada, perut, dan punggung orang yang memakainya. Rompi ini melindungi pemakainya dari proyektil peluru dan serpihan dari ledakan granat. Biasanya dipakai oleh polisi, tentara, pasukan keamanan dan orang-orang yang memiliki risiko menjadi sasaran tembak yang tinggi.

Garda Swiss

Garda Swiss

Garda Swiss atau Pasukan Pengawal Swiss adalah tentara bayaran Swiss yang telah bertugas sebagai pengawal pribadi, pasukan upacara dan penjaga istana di berbagai tempat di Eropa dari akhir abad ke-15 hingga hari ini (dalam bentuk Garda Swiss Sri Paus). Mereka pada umumnya memiliki reputasi sebagai pasukan yang sangat disiplin dan sangat setia pada para pihak yang menyewa jasa mereka. Beberapa unit Garda Swiss juga pernah bertempur di medan laga. Terdapat pula resimen-resimen tentara bayaran Swiss reguler yang bertugas sebagai tentara terdepan dalam berbagai kesatuan, seperti kesatuan-kesatuan dari Perancis, Spanyol dan Naples hingga abad ke-19.

Baca lebih lanjut

Serangan Umum 1 Maret 1949

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Sudirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI – berarti juga Republik Indonesia – masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.

Baca lebih lanjut